Chaplain

SPRING TELAH TIBA

SPRING TELAH TIBA

“Ada waktu untuk menanam, Ada waktu untuk mencabut yang ditanam’’
Pkh 3:2

Fr. William Brady, rekan sekomunitas di Randwick MSC presbytery, sangat hafal dengan suara burung-burung. Dari suara kicauan burung dia tahu hari akan panas atau hujan. Bahkan dia bisa bersiul menirukan suara kicauan burung dengan sangat mirip. Saya yang seringkali terlalu sibuk dengan schedule, jadwal dan target deadline, seringkali gagal menengerai perubahan-perubahan alam ini. Padahal saya sangat bersyukur bisa tinggal di kota empat musim yang sangat indah seperti di Sydney.

Ketika saya menulis artikel ini, 4 Setember, adalah The Spring Ember Day yang dirayakan dalam liturgy Gereja katholik di Australia. Kata “ember” di sini tidak tepat kalau diterjemahkan sekumpulan abu dari kayu atau batubara, tetapi dari kata old English “ymbryne’’ yang berarti penanda perubahan waktu.

Umat beriman hari ini, membawa benih-benih ke Gereja untuk diberkati. Gereja juga berdoa untuk produktivitas dan kesuburan ibu bumi. Gereja juga berdoa dan menyatakan terimakasih kepada para petani dan human labours.

Bagi umat CIC yang kebanyakan tidak bekerja sebagai petani, mari kita sejenak menyadari bahwa makanan yang kita santap setiap hari berasal dari tanah pertanian. Para petani bekerja keras untuk menghasilkan bahan pangan untuk kita. Mereka juga mengalami kesulitan demi kesulitan semisal bushfire atau kemarau panjang. Mari kita menghargai dan mendoakan mereka juga.

Dan bersama Gereja Katholik Australia, mari kita berdoa:
Father, you have given all peoples one common origin, and your will is to gather them as one family in yourself. Fill the hearts of all with the fire of your love and the desire to ensure justice for all their brothers and sisters. By sharing the good things you give us may we secure justice and equality for every human being, an end to all division, and a human society built on love and peace.

Saudaramu dalam Tuhan,

Fr. Petrus Suroto MSC