Chaplain

Sebaiknya Umat Tahu

SEBAIKNYA UMAT TAHU

Romo, apa sih beda antara stipendium dengan iurastolae? Dan apakah ada standard jumlahnya? – NN.


Terimakasih atas pertanyaannya. Saya akan menjawab lebih luas, yaitu pada bentuk-bentuk persembahan dan semangat yang melandasinya. Karena dalam kegiatan menggereja, ada bentuk-bentuk persembahan. Seperti kolekte, stipendium, iurastola dan bahkan ada pengumpulan-pengumpulan dana untuk maksud tertentu.


Adapun Semangatnya
Gereja Katholik sekarang ini tidak menetapkan jumlah tertentu untuk persembahan. Persembahan itu haruslah dilandasai dengan semangat iman. Yaitu: (1). Rasa syukur atas berkat dari kelimpahan kasih Tuhan yang umat rasakan di dalam hidup. (2). Peduli dan bertanggungjawab atas misi Gereja. Gereja di dalam karya misinya membutuhkan pendanaan. (3). Semangat berkorban. Persembahan juga perlu dilandasi dengan keinginan berkorban bagi kepentingan sesama. (4). Tulus. Dalam memberikan persembahan, hati kita tulus. Bukan karena terpaksa, bukan karena mencari prestise.
Bentuk-bentuknya


Kolekte
Adalah persembahan berupa uang yang dikumpulkan saat perayaan Ekaristi. Umumnya ada dua kolekte, yaitu kolekte satu dan kolekte kedua. Kolekte, terutama kolekte satu, diatur dengan peraturan Keuskupan. Kolekte kedua diperuntukkan untuk kegiatan pastoral CIC seperti kegiatan umat, transportasi Chaplain, sewa gereja dan lain-lain. Itulah sebabnya maka sering ditekankan agar umat memberi kolekte kedua.


Persembahan Natura
Adalah pemberian natura yang diarak dalam persembahan. Misalnya saat panen umat mempersembahkan sebagian ke Gereja, seperti ubi, pisang dan bahkan ayam kampung. Biasanya persembahan itu diberikan kepada pastor paroki. Kebiasaan ini subur di daerah-daerah pertanian. Namun kemudian ada juga praktek umat yang mempersembahkan sabun mandi, supermi dan lain-lain yang merupakan kebutuhan pastor paroki. Umat yang mencintai pastornya umumnya tahu keperluan pastornya. Di daerah perkotaan dan di Jawa, praktek persembahan natura ini tidak lazim. Dan diganti dengan buah-buahan yang diarak saat persembahan.


Stipendium dan Iurastolae
Stipendium berarti sejumlah uang yang dimasukkan ke dalam amplop yang dipersembahkan kepada pastor dengan intensi doa tertentu. (Lih Kitab Hukum Kanonik no 945 §1.) Misalnya berdoa untuk peringatan arwah dan dibacakan di Gereja. Uang itulah yang namanya stipendium. Namun jika ada umat yang meminta ujud doa tanpa ada stipendium, pastor harus tetap mendoakannya sama seperti kalau ada stipendiumnya. (Lih Kitab Hukum Kanonik no 945 §2.)
Stipendium diatur dalam Hukum Gereja. Dalam satu misa hanya ada satu intensi. Jika di satu misa ada lebih dari satu, pastor mendoakan dalam misa hari Minggu, namun pastor harus mengaplikasikan kepada misa yang lain. Jika tidak sanggup maka diberikan kepada pastor lain yang tidak memiliki intensi misa.
Iurastolae adalah pemberian umat kepada pastor sebagai bentuk penghargaan kepada seorang imam yang melakukan pelayanan di luar sakramen Ekarisi, seperti sakramen babtis, pemberkatan rumah, pemberkatan perkawinan dan lain-lain. Diberi nama iurastolae karena dalam pelayanannya pastor mengenakan stola. Apakah ada standar? Di Keuskupan Sydney sebenarnya ada standardnya. Di CIC lebih bersikap sukarela. Prinsip dari Hukum Gereja adalah pelayanan harus tetap dijalankan terlepas dari ada atau tidak nya iurasotlae.
Baik stipendium dan Iurastolae diatur dalam hukum Kanonik dan oleh Keuskupan. Uang yang diterima pastor dipakai untuk menunjang kehidupan imam seperti kebutuhan makan, tempat tinggal dan uang saku. Saya memakai uang stipendium dan iurastolae untuk kontribusi living di pastoran Randwick, makan dan uang saku.


Persembahan Lainnya
Selain itu masih ada bentuk persembahan dan donasi lain yang diperuntukkan untuk keperluan khusus. Di CIC misalnya ada penggalangan dana untuk membantu daerah-daerah terpencil. Ada amplop aksi puasa dan adven yang akan dipakai untuk kegiatan-kegiatan sosial. Saya sebagai Chaplain memiliki perhatian yang besar kepada pendidikan calon-calon imam. Maka saya suka mengarahkan umat untuk membantu pendidikan calon-calon imam, terutama imam-imam tarekat. Bukan besarnya, tetapi rutinnya, karena Gereja selalu membutuhkan kehadiran imam-imam yang baik.
Demikian penjelasan singkat saya tentang stipendium dan iurastolae.

Perhatian Umat di Libanon
Kita tahu ada bencana besar di Libanon. Keuskupan mengundang kita untuk ikut terlibat untuk menolong mereka dengan doa dan donasi.


COVID-19
Mari kita bersama-sama saling menjaga Gereja kita supaya menjadi tempat yang aman dari COVID-19. Chaplain menyarankan untuk memakai mask (tetapi tidak mewajibkan). Dan mengingatkan agar tidak ikut bernyanyi waktu kelompok vokal atau pemazmur bernyanyi. Di Kensington sudah tidak diperbolehkan menyanyi di Gereja. Penyanyi dengan jumlah maksimal 4 orang diperkenankan hanya jika: jarak 1,5 meter dan jarak dengan umat 4 meter. Mari kita patuhi aturan Government ini.


DEWAN BARU CIC KENSINGTON
Atas nama Umat, saya mengucapkan terimakasih kepada Dewan CIC 2018-2020 yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggungjawab. Selamat dan Proficiat atas pelantikan Dewan Baru CIC Kensington 2020-2022. Selamat menjalankan tugas. Hayatilah tugas pelayanan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan, dan hayati sebagai bentuk pengabdian dan pujian kepada Tuhan. “Becoming faithful and resposnible stewards”.
Chaplain Record
Babtisan Theodorus Zachoffer Suadaya 6/8/20
Convalidatio Ferdinand Cherry Indra Suadaya dan Lisa Angela 6/8/2020
Perkawinan Dimas Chrisantus Seran Nahak dan Gabriella Jeanete 8/8/20
Pelantikan Dewan Kensington 2020-2022.