Jadilah Penggarap Kebun Anggur yang Baik

by | Oct 8, 2023 | Chaplain | 0 comments

Umat CIC Sydney ytk,

Bacaan pada minggu ke-27 masa biasa mengambil bacaan dari Yes 5:1-7, tentang nyanyian kebun anggur; Mzm 80:9,12-16,19-20; Fil 4:6-9; dan Mat 21:33-43 tentang penggarap-penggarap kebun anggur (Bdk Luk 20:9-18; Mrk 12:1-12). Minggu ini, Kristus ingin mengingatkan kita akan tuntutan untuk para penggarap dan para pekerja kebun anggur agar dapat menggarap kebun anggur dengan sebaik-baiknya. Dengan kata lain, Kristus mengingatkan seluruh umat beriman, baik di tingkat hirarki maupun awam, untuk benar-benar menghasilkan buah-buah yang limpah, dan dapat menjadi alat Tuhan sehingga orang-orang lain juga dapat menghasilkan buah yang limpah, yaitu semua yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, kebajikan dan patut dipuji (lih. Fil 4:8), atau dalam satu kata adalah ‘kekudusan’.

Diceritakan dalam perikop tersebut bahwa setelah tiba saatnya musim petik, maka tuan tanah tersebut mengutus hambanya untuk mendapatkan bagian yang menjadi haknya. (ay.35) Siapakah hamba dari tuan tanah ini? Kalau tuan tanah adalah Tuhan sendiri, maka hamba-hamba yang diutus adalah para nabi di dalam Perjanjian Lama, seperti: Yesaya, Yeremiah, Yehezkiel, dll. Namun, bagaimana para penggarap atau ahli-ahli taurat atau kaum Farisi memperlakukan para nabi ini? Dikatakan bahwa para nabi ini dipukul, dibunuh, dilempari dengan batu. Mereka dibunuh karena mereka menyatakan kebenaran dan bahkan dengan teguran yang keras, seperti yang diperintahkan oleh Tuhan. Nabi Yesaya yang menegur dengan keras akan dosa-dosa bangsa Israel, menurut tradisi akhirnya dibunuh dengan digergaji atas perintah raja Manaseh. (lih. Ibr 11:37) Nabi Yeremiah dibunuh dengan dilempari batu. Nabi Yehezkiel, Nabi Mikah, Nabi Amos, Nabi Zakharia juga mempunyai nasib yang sama, yaitu dibunuh dan menjadi martir di dalam Perjanjian Lama. Yohanes Pembaptis juga mengalami nasib yang sama, yaitu dibunuh dengan dipenggal kepalanya. Dalam konteks inilah, Yesus memberikan ayat 35-36 “35 Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu. 36 Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.” (Bdk Ibr 11:36-38)

Kemudian setelah para nabi Tuhan banyak yang dibunuh, dalam kepenuhan waktu akhirnya Tuhan mengutus Anak-Nya sendiri, yaitu Kristus. Namun apa yang dilakukan oleh kaum Farisi dan tetua-tetua? Mereka melihat bahwa Yesus telah melakukan begitu banyak mukjizat yang menjadi satu tanda bahwa Dia dipandang sebagai nabi. Namun, apa yang dilakukan oleh Yesus adalah lebih dari sekedar nabi, Dia mengatakan bahwa Dia adalah Putera Allah (lih. Yoh 10:36), yang mampu membuat banyak mukjizat, yang mampu membangkitkan orang mati (lih. Mat 9:18-25; Luk 7:11-15; Yoh 11:1-44), dan bahkan mampu mengampuni dosa (lih. Mrk 2:10; Mrk 2:5; Luk 7:48). Menyadari akan hal ini, kaum Farisi bukannya bertobat, namun mereka mengeraskan hati dan memperlakukan Yesus dengan kejam, seperti perlakuan mereka terhadap nabi-nabi di dalam Perjanjian Lama. Dengan tipu muslihat, mereka menangkap Yesus, membawa-Nya keluar dari benteng (dalam perikop digambarkan sebagai ke luar kebun anggur – ay.39), dan kemudian membunuh-Nya dengan menyalibkan-Nya.

Karena kekejaman para penggarap yang membunuh hamba-hamba serta anak dari tuan tanah itu, maka tuan tanah tersebut membinasakan penggarap-penggarap yang jahat dan kemudian menyerahkan tanah garapan itu kepada orang lain. (ay. 40-41) Kebinasaan penggarap-penggarap yang jahat ini akhirnya terjadi pada kehancuran Yerusalem tahun 70 oleh tentara Romawi di bawah kepemimpinan Titus dan Tiberius Julius Alexander. Josephus, sejarahwan berkebangsaan Yahudi melaporkan kejadian yang begitu mengenaskan ini, yaitu terbunuhnya 1,1 juta orang Yahudi dan yang tidak terbunuh, sekitar 97 ribu ditangkap dan dijadikan budak. Bukan hanya makhluk hidup yang dirusak dan dibunuh, bahkan tembok-tembok juga diruntuhkan, sehingga memberikan pemandangan yang begitu mengerikan dan mencekam. ((Josephus, The Wars of the Jews, VI.9.3)) Empat puluh tahun sebelum kehancuran Yerusalem, Yesus sendiri telah menangisi Yerusalem dan memprediksi kehancuran Yerusalem secara akurat. (lih.Mat 24:1-28; Luk 19:41-44)

Dalam konteks kita umat beriman, maka kita dapat juga melihat bahwa kalau kebun anggur adalah Gereja, maka sudah seharusnya para pastor, para uskup dan Paus untuk senantiasa menjadi penggarap-penggarap kebun anggur yang bijaksana, yang senantiasa meniru teladan Kristus. Inilah sebabnya, dalam setiap Sakramen Ekaristi, kita senantiasa mendoakan semua klerus agar dapat memimpin umat Allah dengan baik. Sebagai umat beriman yang telah dibaptis, maka kitapun dipanggil untuk juga menjadi pekerja kebun anggur. Dalam kapasitas kita masing-masing, sebagian dari kita harus mencangkul tanah, sebagian merantingi, sebagian mencabut tanaman liar, sebagian membuat anggur, sampai pada akhirnya dihasilkan kualitas anggur yang baik, manis dan harum semerbak.

Dari bacaan dan telaah dari Mat 21:33-43 kita seharusnya merefleksikannya dalam kehidupan kita, apakah kita yang telah dipanggil oleh Kristus untuk menjadi pekerja kebun anggur-Nya telah benar-benar menjalankan bagian kita? Kristus telah mendirikan Gereja Katolik, seperti kebun anggur, dan memperlengkapinya dengan kebenaran dokrin dan juga sakramen, seperti tembok yang dipasang mengelilingi kebun anggur untuk melindungi umat Allah. Kristus juga telah mendirikan menara jaga, yaitu Magisterium Gereja, sehingga tidak ada yang tersesat, karena mengetahui kebenaran secara pasti. Sekarang tinggal kembali kepada para penggarap atau pekerja kebun anggur untuk dapat melakukan pekerjaannya secara konsisten dan terus-menerus, sehingga pada waktunya, anggur yang murni, manis dan semerbak dapat dihasilkan.

Umat CIC Sydney, Apa lagi yang kita tunggu? Ayo, mari bekerja bersama menggarap kebun anggur Tuhan!

Fr. Agustinus Handoko MSC
Chaplain to the Indonesian Community
193 Avoca St, Randwick NSW 2031

Kategori