Chaplain

Renungan 16 Februari 2020

3. Mendengarkan

“Jika engkau  rela mendengarkan,
maka engkau akan belajar, dan kalau kau condongkan telinga
pasti akan menjadi bijaksana.”

Sirakh 6:33

Pingkan, Ibu berusia 45 tahun itu pulang dari kantor dengan hati kesal. Sesampai di rumah, dia melihat suaminya sedang baca koran. “Baca apa?”, sapanya basa-basi. Suaminya tanpa memalingkan wajahnya dari koran menjawab, “Sport”. Pingkan bertambah kesal. Hati kecilnya ingin agar suaminya minimal menurunkan koran dan menyapanya; lebih jauh dia bisa mengadu kepada sang Suami. Tetapi ternyata suaminya lebih suka koran dari pada dirinya. Sambil menyiapkan makan, dia merasa kemarahan membakar hatinya. Mengapa dia harus merawat dan melayani suami…..

Mendengarkan adalah kemampuan yang penting. Ingat bahwa anak yang tidak didengarkan akan cenderung nakal untuk mencari perhatian. Langkah-langkah berikut ini dianjurkan:

  1. Jika anggota keluarga berbicara kepada anda, turunkanlah apa saja yang anda pegang, seperti koran, hp, blackberry, dan lain-lain. Tataplah mata yang berbicara pada anda dengan tatapan yang lembut, seakan-akan tidak ada yang lebih penting dari dia yang berbicara kepada anda.
  2. Ingatlah bahwa manusia lebih penting dari pekerjaan. Jangan sampai kehilangan saat-saat bahagia bersama anggota keluarga.
  3. Jika ada sesuatu yang tidak bisa anda hentikan: misalnya pekerjaan atau telpon penting, minta permisi, misalnya “Papa telpon bentar ya…”. Ada oragngtua yang telpon sambil mengelus-elus kepala anaknya. Hal ini bagus sekali.
  4. Bicaraalah dengan nada rendah dan volume sedang. Supaya yang berbicara dengan anda merasa nyaman. Suara denan nada yang tinggi cenderung memaancing kejengkelan.

AKTIVITAS KELUARGA

Lakukan aktivitas ini di keluarga anda.

Misi Rahasia

Dalam sebuah pertemuan keluarga, setiap anggota keluarga diminta untuk menuliskan kegiatan khusus yang akan dibuat di rumah pada sebuah amplop tertutup. Amplop itu kemudian disegel dan disimpan. Beri waktu seminggu kepada setiap anggota keluarga untuk melaksanakan misi rahasianya. Misalnya: akan menyapa terlebih dahulu kepada tiap anggota keluarga, mau menyapu halaman, memangkas rumput, vacum lantai dll. Pada minggu berikutnya, setiap anggota keluarga diminta menebak apa misi rahasia yang dilakukan oleh salah satu anggota keluarga. Hitunglah berapa jumlah yang mengatakan misi itu (menurut mereka) dan cocokkan dengan yang tertulis di amplop pada minggu sebelumnya. Yang cocok dengan yang tertulis di amplop dan yang paling banyak mengatakan dari semua anggota keluarga menang dan mendapat hadiah. Aktivitas ini meningkatkan perhatian satu dengan yang lain. 

Saudaramu dalam Tuhan,

Pst. Petrus Suroto MSC