Chaplain

SALIB SUMBER BAHAGIA

SALIB SUMBER BAHAGIA

Setiap orang yang mengikut Aku, ia harus menyangkal diri-nya, memikul salibnya dan mengikut Aku. (Mat 16: 24)
 
Orang Kristen tidak bisa dilepaskan dari salib. Di ruang kerja, di kamar tidur, di ruang tamu senantiasa tergantung salib. Para Suster memakai kalung salib, para Pastor banyak yang memakai pin salib. Tak terhitung orang yang memakai salib. Mungkin anda juga sementara memakai salib? Di banyak kesempatan seperti sebelum makan, sebelum tidur atau sebelum berkendara orang membuat tanda salib. Mengapa salib begitu mendominasi kehidupan orang kristen?
 
Bacaan Injil hari ini memberi jawab mengapa salib itu penting. “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku” (Mat 16:24). Mengapa Tuhan menginginkan kita memanggul salib? Kita sering mendengar bahwa Tuhan itu baik. Kalau Tuhan itu baik, mengapa Tuhan ingin agar kita memanggul salib?
 
Yang dimaksud salib dalam kehidupan kita tentu bukan salib dalam arti kayu palang yang berat. Bagi kita sekarang ini salib memiliki makna simbolis, yaitu beban kehidupan yang harus kita tanggung. Ada orang yang memiliki salib
berupa tanggungjawab menghidupi keluarga, tugas dan tanggungjawab pekerjaan, atau belajar dan mengembangkan kepribadian. Ada salib yang bukan menjadi pilihan kita tetapi seperti diberikan kepada kita. Misalnya ada orang
yang memiliki cacat tubuh karena kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan orang lain atau keluarga yang harus merawat saudaranya yang sakit.
 
Memiliki salib atau membuat tanda salib berarti mengamini maknanya, menyetujui kebijaksanannya dan menanggung konsekwensinya. Bagaimanakah kesudahan orang yang memakai salib sebagai jalan hidupnya?
 
Saya memiliki teman, sebut saja namanya Marcel. Dia dibesarkan di keluarga miskin. Ketika sekolah di SD dan SMP dia berjualan es lilin untuk membiayai sekolahnya. Demikian juga ketika studi di Perguruan Tinggi terkenal
di Bogor, dia harus bekerja keras untuk membiayai diri dan kuliahnya. Itulah salib kehidupannya. Setelah menyelesaikan studinya dia memiliki pekerjaan yang baik, berumah tangga dan memiliki kehidupan ekonomi yang baik. Apakah hidupnya kemudian “happily ever after” seperti cerita dongeng? Ternyata tidak. Dia secara sukarela membiayai adik-adiknya, untuk kuliah dan mendapatkan
pekerjaan. Setelah adik-adiknya selesai kuliah ternyata salib tidak juga berlalu. Dia harus merawat orangtuanya yang tua dan sakit-sakitan. Apakah Marcel, yang hidupnya penuh salib itu, bahagia? Jawabnya: ya. Marcel, teman saya itu, hidup dengan sangat bahagia. Dia mensyukuri masa kecilnya yang susah, karena dengan kesusahan itu dia belajar hidup. Ketika dia harus membiayai kuliah adik-adiknya, dia merasa hidupnya menjadi memiliki makna. Dan saat merawat orangtuanya, dia merasa belajar untuk sabar. Dan dia merasa bahwa hidupnya sungguh diberkati. Jalan salib adalah jalan kebahagiaan.
 
Jadi salib bukan jalan menuju kebinasaan, tetapi jalan menuju kebahagiaan. Kita sering menghindari salib. Seperti Petrus yang mengatakan, “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu!” (Mat 16:22). Dan reaksi Yesus sungguh mengejutkan. “Enyahlah iblis!” (Mat 16:23). Kita bisa membayangkan betapa kagetnya Petrus. Mengapa reaksi Yesus begitu keras? Karena orang yang menolak salib justru akan mengakhiri hidupnya dengan Kesulitan-kesulitan.
Misalnya orang yang menghindari salibnya berupa belajar rajin dan memilih hidup bermalas-malasan, kesudahannya adalah kesusahan.
 
Namun salib tidak hanya berhubungan dengan hidup di dunia ini. Kebenaran salib menembus surga. Secara rohani, salib adalah tanda kemenangan Kristus. Yesus yang menderita karena dosa-dosa manusia akhirnya mengalami kebangkitan. Itu berarti bahwa menghidupi salib berarti menghidupi identitas kita yang baru. Yesus, setelah berjuang di dunia demi manusia yang Dia cintai akhirnya Dia dibangkitkan! Tanda salib justru tanda kebesaran hati.
Yesus sudah menang. Sekarang giliran kita untuk menjalani jalan yang Dia tempuh agar kitapun mengakhiri hidup kita dengan kemenangan.
 
Saudaramu dalam Tuhan,
 
Fr. Petrus Suroto MSC
 
Ingin menjadi Pastor MSC Australia?
Hubungi Fr. Petrus Suroto MSC, promotor panggilan MSC, untuk bimbingan rohani mendalami panggilan Tuhan dalam hidup.