Chaplain

Renungan 8 Desember 2019

MASA ADVEN

Para saudara, tidak terasa, kita sudah memasuki masa Adven……

Adven berasal dari latin, adventus yang berarti kedatangan. Pada  masa adven ini kita menantikan datangnya Tuhan sang Mesias. Kedatangan itu bukan hanya kelahiran-Nya di kandang Betlehem, tetapi juga kedatangan Yesus untuk kedua kalinya, yang datang sebagai hakim untuk segala bangsa.

Itulah sebabnya Bunda Gereja mengajarkan, selain sikap gembira dalam menyambutnya, juga perlu membangun sikap tobat dalam memasuki masa Adven.

Sikap yang dianjurkan adalah sikap berjaga-jaga. (Mat 22:44). Tetapi apakah maksudnya berjaga-jaga? Apakah kita tidak berbuat apa-apa? Sikap berjaga-jaga bisa dipadankan dengan seorang istri yang menunggu suaminya yang akan datang dari tempat yang jauh. Berjaga-jaga itu dilandasi oleh sikap cinta dan pengharapan akan datangnya sang kekasih. Tetapi  si istri tentu tidak diam saja. Dia akan membersihkan rumah, merapikan rumah, menyiapkan makanan sehingga saat suami datang, suaminya mendapatkan rumah yang bersih dan indah. Ketika si istri bekerja menjaga agar rumah tetap bersih, hatinya selalu diliputi dengan cinta dan pengharapan.

Sikap berjaga-jaga bukanlah sikap sedih dan murung. Tetapi memiliki tiga suasana ini. Satu: Membuka hati.  Kita senantiasa menyediakan ruang kosong untuk Tuhan di dalam hati kita lewat sikap terbuka. Kita membiarkan diri kita untuk kagum atas perbuatan dan karya Tuhan. Dua: Berdoa terus menerus:  artinya dalam setiap apa yang kita lakukan kita senantiasa  menjalin relasi dengan Tuhan. Dan, tiga, discerment atau membeda-bedakan. Kita menjaga hati dan pikiran kita dengan memilih apa yang kita pikirkan dan kerjakan. Jangan hati kita dipandu oleh sikap-sikao kegelapan: pesta pora, kemabukan, percabulan, perselisiihan dan iri hati. Namun mendengarkan bisikan-bisikan Tuhan dalam hati kita atau lewat mendengarkan sabda Tuhan.

Secara ringkas: Masa Adven adalah  masa untuk mempersiapkan datangnya Tuhan Yesus. Warna adven adalah pengharapan. Walaupun tidak setegas masa Prapaskah, tetapi Adven juga menjadi masa pertobatan. Maka di tengah menyambut meriahnya perayaan Natal, kita perlu mencari waktu-waktu tenang, masuk ke dalam diri dan masuk ke kedalaman diri untuk memaknai adven lewat doa pribadi, penyangkalan diri, kerja dan kemurahan hati kepada kaum miskin.

Semoga masa adven ini menjadi masa yang penuh makna untuk menyambut Tuhan.

Saudaramu dalam Tuhan,

Fr. Petrus Suroto MSC