Chaplain

Renungan 15 September 2019

MENGENAL KEEMPAT INJIL

Matius

Ditulis oleh Matius sekitar tahun 80 M dalam bahasa Yunani. Injil ini ditujukan bagi bangsa Yahudi. Lambang dari Matius ini adalah manusia bersayap (malaikat) karena ia mengawali Injilnya dengan memperkenalkan Yesus sebagai utusan Allah; pembawa kabar gembira.

Markus

Injil ini ditulis oleh Yohanes Markus, teman perjalanan Paulus dan Barnabas. Ia juga pembantu Petrus di Roma. Injil ini ditulis sekitar tahun 65 – 70 M. Lambang dari penginjil ini ialah singa, karena ia mengawali Injil dengan “suara yang berseru-seru di padang gurun” (bdk Mrk 1:3). Tak hanya itu, ada dugaan menyebutkan bahwa Injil tersebut untuk menguatkan hati umat Kristen yang dianiaya oleh Nero.

Lukas

Ditulis oleh Lukas, ia seorang tabib dari Antiokia (Siria), teman dan pengikut Paulus. Ditulis sekitar tahun 85 M di Yunani. Oleh karena itu Yesus yang digambarkan dalam injil Lukas adalah sosok yang lembut dan penuh kasih. Lukas menekankan bahwa Yesus adalah Sang Penyelamat orang-orang miskin, sakit dan berdosa. Injilnya ditujukan bagi orang-orang Yunani. Ia juga menulis Kisah Para Rasul, yaitu kabar gembira bagi orang Kristen bukan Yahudi. Lambang dari penginjil ini adalah lembu, karena ia mengawalinya dengan Zakharia yang tidak bisa bicara, ia menjadi bisu bagaikan lembu.

Yohanes

Injil ini ditulis oleh kelompok Rasul Yohanes sekitar tahun 100 M di Efesus (Patmos). Injil ini sungguh berbeda dari ketiga Injil Sinoptik. Yohanes memberi kesaksian ke-Ilahi-an Yesus Kristus, Tuhan yang dimuliakan di sisi Allah Bapa. Juga lebih merupakan refleksi iman yang sudah banyak dipengaruhi oleh teologi. Injil Yohanes sangat berlainan dengan ketiga injil sinoptik. Lambang penginjil ini ialah burung Rajawali. Hal ini dikarenakan dalam Injilnya Yohanes mau memperkenalkan ke-

Allahan Yesus yang penuh kekuasaan dan kebijaksanaan. Ada juga yang mengatakan simbo rajawali karena Yohanes menulis “from above”.

Keempat Injil yang sekarang ini adalah hasil seleksi dari Konsili Nicea.

Saudaramu dalam Tuhan,

Rm. Petrus Suroto MSC