MAKNA KISAH TRANSFIGURASI YESUS BAGI KITA

by | Mar 5, 2023 | Chaplain | 0 comments

Umat CIC ytk,

Kita telah memasuki minggu Prapaskah 2. Kita diajak untuk merenungkan kisah Transfigurasi Yesus, kisah Yesus Kristus yang menyatakan diri-Nya dalam wujud kemuliaan Allah. Yesus adalah Allah yang menjadi Manusia, dan kemuliaan-Nya kekal abadi.

Arti dan Pentingnya Transfigurasi

Peristiwa transfigurasi terjadi ketika Yesus dimuliakan di atas gunung. [transfiguration: a complete change of form or appearance into a more beautiful or spiritual state = perubahan total dari bentuk atau penampilan menjadi bentuk yang lebih indah atau bentuk spiritual]. Sekitar seminggu setelah Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Dia akan menderita, dibunuh, dan dibangkitkan untuk hidup kembali (Lukas 9:22), Dia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes naik ke sebuah gunung untuk berdoa. Ketika Yesus berdoa, penampilan diri-Nya berubah menjadi bentuk kemuliaan, dan pakaian-Nya menjadi putih menyilaukan. Musa dan Elia muncul dan berbicara dengan Yesus tentang kematian-Nya yang akan segera berlangsung. Petrus, yang tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya karena ia sangat ketakutan, menawarkan untuk memasang tiga kemah bagi Yesus, Musa dan Elia. Ini tidak diragukan lagi merujuk kepada kemah-kemah yang biasa digunakan untuk merayakan hari raya Pondok Daun, di mana orang Israel tinggal di dalam kemah-kemah tersebut selama 7 hari (Imamat 23: 33-42). Petrus mengungkapkan keinginannya untuk tinggal di tempat itu. Ketika awan menyelimuti mereka, terdengar suara, “Inilah AnakKu yang Kukasihi, yang Aku pilih, kepada-Nyalah Aku berkenan; dengarkanlah Dia!” Lalu awan terangkat, Musa dan Elia telah menghilang, dan Yesus sendirian dengan murid-murid-Nya yang masih sangat ketakutan. Yesus kemudian memperingatkan mereka untuk tidak memberitahu siapa pun tentang apa yang mereka lihat sampai setelah kebangkitan-Nya. Tiga catatan peristiwa  ini ditemukan dalam Matius 17:1-8, Markus 9:2-8, dan Lukas 9:28-36.

            Tidak diragukan lagi, tujuan dari transfigurasi Kristus ke dalam suatu bagian dari kemuliaan Surgawi-Nya adalah agar murid-murid-Nya mendapatkan pemahaman yang lebih tentang siapa Dia sesungguhnya. Kristus mengalami perubahan dramatis dalam penampilan agar para murid dapat melihat Dia dalam kemuliaan-Nya. Para murid, yang hanya mengenal Yesus dalam tubuh manusia-Nya, sekarang memiliki kesadaran yang lebih besar tentang keilahian Kristus, meskipun mereka belum bisa sepenuhnya memahami hal itu. Hal ini memberi mereka kepastian yang mereka butuhkan setelah mendengar kabar mengejutkan tentang kematian-Nya.

            Secara simbolis, penampilan Musa dan Elia mewakili Hukum Taurat dan kitab para nabi. Namun suara Tuhan dari surga – “Dengarkanlah Dia!” – Jelas menunjukkan bahwa Hukum Taurat dan para nabi harus memberi jalan kepada Yesus. Yesus adalah jalan dan hidup baru yang menggantikan yang lama – Dia adalah pemenuhan Hukum Taurat dan penggenapan nubuat-nubuat yang tak terhitung jumlahnya dalam Perjanjian Lama. Juga, dalam bentuk kemuliaan-Nya, mereka melihat sedikit tampilan kemuliaan-Nya yang akan datang dan penobatan Kristus sebagai Raja segala raja dan Tuhan Semesta Alam.

            Pada saat itu, Yesus ingin menegaskan di dalam diri-Nya terdapat dua natur: Natur Allah dan Natur Manusia (Natur manusia adalah segala sesuatu yang membuat kita benar-benar menjadi seorang manusia. Natur yang membedakan kita dari hewan dan seluruh ciptaan lainnya adalah: kita memiliki pikiran dan perasaan. Salah satu perbedaan utama antara manusia dan ciptaan Allah lainnya adalah kemampuan kita untuk berpikir. Tidak ada makhluk ciptaan lain yang memiliki kemampuan ini) Yesus dengan perbuatan-Nya di dalam perubahan-Nya dan pertemuan-Nya dengan Musa dan Elia sudah menyatakan bahwa Dia adalah Allah sejati, Allah yang menjadi manusia. Suatu peristiwa di mana Yesus menampilkan diri-Nya dalam natur Allah-Nya, bahwa Dia adalah Allah yang menjadi Manusia. Dan hal ini, bukanlah hal yang mustahil bagi Allah. Sebab Allah sanggup dan tak ada yang mustahil bagi-Nya.

More Human, More Divine       

            Melalui kisah transfigurasi Yesus ini, kita diajak untuk lebih mengenal dan mencintai Yesus lebih mendalam. Setelah Yesus menyatakan kemuliaan-Nya terhadap kita, maka marilah kita juga turut menyatakan rasa iman kita kepada-Nya, bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi Manusia. Yesus menampakkan sisi keilahian-Nya dengan menampakkan sisi kemanusiaan-Nya, semakin sisi manusiawi terpancar, semakin Nampak sisi keilahian-Nya. More human, more Devine. Dua NATUR ini yang sekarang semakin kehilangan makna dan saksinya. Maka, tidak heran jika muncul kasus SAMBO, kasus MARIO-AGNES dan PAJAK, kasus bunuh diri SEORANG IMAM di Ruteng. Para pengikut Kristus semakin kehilangan sisi kemanusiawiannya. Mari di masa prapaskah ini, masa retret agung kita, kita jadikan momen untuk menampakkan sisi keilahian kita yang terungkap dalam aktivitas sehari-hari yang semakin manusiawi. Sebagai dampaknya, kita benar-benar mampu menjadi MAN OF GOD dan MAN FOR OTHERS. 

Fr. Agustinus Handoko MSC
Chaplain to the Indonesian Community
193 Avoca St, Randwick NSW 2031

Kategori