PENAMPAKAN TUHAN (EPIPHANY)

by | Jan 3, 2026 | Chaplain | 0 comments

“Kami Telah Melihat Bintang-Nya dan Datang Menyembah Dia” (Mat 2:2)

Umat CIC SYDNEY ytk, 

Perayaan Epifani mengingatkan kita bahwa Yesus tidak datang hanya untuk satu bangsa, satu kelompok, atau satu budaya, melainkan untuk semua orang. Orang-orang Majus datang dari jauh—asing, berbeda, tidak sempurna—namun mereka peka terhadap tanda Tuhan: sebuah bintang kecil yang menuntun mereka kepada Terang sejati.

Awal tahun 2026 ini, banyak keluarga CIC-Sydney memulai perjalanan baru:

pekerjaan yang belum pasti, biaya hidup yang meningkat, tantangan mendidik anak di tengah dunia yang semakin sekuler, serta kerinduan akan stabilitas dan harapan. Dalam situasi seperti ini, kita mudah menjadi seperti Herodes—gelisah, takut kehilangan, dan sibuk mempertahankan diri—alih-alih seperti para Majus yang berani melangkah, mencari, dan menyembah.

Epifani mengajak kita bertanya secara jujur:

bintang apa yang sedang kita ikuti?

Apakah kita masih membiarkan Kristus menjadi pusat arah hidup, ataukah kita lebih sibuk mengejar rasa aman palsu, pengakuan, dan kenyamanan?

Ketika para Majus akhirnya bertemu Kanak-kanak Yesus, mereka sujud dan mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur—bukan sisa hidup, melainkan yang terbaik. Demikian pula, Tuhan tidak menuntut kesempurnaan, tetapi hati yang mau diarahkan kembali kepada-Nya.

“Ubi Christus, ibi lux.”

Di mana Kristus hadir, di situ ada terang.

_____

Umat CIC SYDNEY ytk,

The Feast of the Epiphany reminds us that Jesus is revealed to all nations, beyond boundaries of culture, language, and background. The Magi were foreigners and outsiders, yet they were attentive to God’s sign—a small star that led them to the true Light.

At the beginning of 2026, many CIC-Sydney families face real challenges:

economic uncertainty, rising living costs, parenting children in an increasingly secular society, and the longing for security and meaning. In such moments, it is easy to become like Herod—anxious, defensive, and afraid of losing control—instead of becoming like the Magi, who journeyed, trusted, and worshipped.

Epiphany invites us to reflect:

Which star are we following today?

Is Christ still the center of our decisions, our families, and our hopes, or have we allowed fear, comfort, and ambition to take His place?

When the Magi found the Child, they knelt and offered gold, frankincense, and myrrh—not leftovers, but their finest gifts. God does not ask for perfection, but for a heart willing to return and be guided by His light.

“Lumen Christi, spes gentium.”

Christ is the Light, the hope of all nations.

______

Peneguhan untuk Umat CIC-Sydney

Di awal tahun ini, Epifani menegaskan bahwa Tuhan tetap menyertai perjalanan umat-Nya di Sydney—di rumah, di tempat kerja, di sekolah, dan dalam setiap pergulatan hidup.

Jika kita berani berjalan bersama Kristus, kita tidak akan tersesat, sebab bintang-Nya masih bersinar.

“Ambulate in lumine Domini.”

Berjalanlah dalam terang Tuhan. (Yes 2:5)

_____

Penutup Buletin

Semoga perayaan Epifani meneguhkan kita semua untuk menjadi umat peziarah yang setia mengikuti Terang Kristus, dan menjadi saksi harapan bagi keluarga, Gereja, dan masyarakat di Sydney.

❤️Salam sukacita & Berkah Dalem

Ametur

RP. Agustinus Handoko HS MSC

Chaplain to the Indonesian Community

193 Avoca St, Randwick NSW 2031

PO BOX 309, Randwick NSW 2031

Email: hanhanmsc@yahoo.com atau Chaplain@cicsydney.org

Kategori