📖 “Janganlah kamu takut terhadap mereka yang membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa.”
(Matius 10:28)
Umat CIC SYDNEY ytk,
Kita hidup di zaman yang aneh. Banyak orang lebih takut kehilangan followers daripada kehilangan iman. Lebih takut dibully di media sosial daripada mengecewakan Tuhan. Lebih takut tidak diterima lingkungan daripada tidak setia pada Injil.
Akibatnya, banyak orang Kristen memilih “aman”. Diam ketika melihat ketidakadilan. Diam ketika nilai-nilai iman dilecehkan. Diam ketika seharusnya bersaksi tentang Kristus.
Dalam Injil hari ini, Yesus mengulang tiga kali pesan yang sama: “Jangan takut!”
Mengapa? Karena Yesus tahu bahwa menjadi murid-Nya tidak selalu populer. Kadang kita harus berbeda dari arus dunia. Kadang kita dianggap kuno karena mempertahankan nilai-nilai Kristiani. Kadang kita dianggap fanatik karena rajin berdoa, aktif di gereja, atau berani berbicara tentang iman.
Namun Yesus mengingatkan kita: “Fear not!” Jangan takut!
Dunia saat ini sedang membangun budaya ketakutan:
Takut gagal
Takut ditolak
Takut kehilangan jabatan
Takut kehilangan uang
Takut kehilangan citra diri.
Tetapi murid Kristus dipanggil untuk membangun budaya iman.
Faith over fear.
Fides super timorem.
Yesus bahkan berkata bahwa seekor burung pipit pun tidak jatuh tanpa seizin Bapa. Apalagi kita yang adalah anak-anak-Nya. Rambut kepala kita pun dihitung oleh Tuhan.
Artinya apa?
Tuhan tidak pernah kehilangan perhatian terhadap hidup kita. Ketika kita menghadapi masalah keluarga, pergumulan pekerjaan, sakit penyakit, krisis ekonomi, bahkan masa depan yang tidak pasti, Tuhan tetap memegang kendali.
Masalahnya sering bukan karena Tuhan meninggalkan kita, tetapi karena kita lebih mendengarkan suara ketakutan daripada suara Tuhan.
Sebagai umat CIC Sydney yang hidup di tengah masyarakat yang semakin sekuler, kita dipanggil untuk berani menunjukkan identitas kita sebagai pengikut Kristus.
Bukan dengan marah-marah.
Bukan dengan merasa paling suci.
Tetapi dengan hidup yang penuh kasih, integritas, kerendahan hati, dan keberanian.
Ketika orang lain memilih kebencian, kita memilih kasih.
Ketika orang lain memilih balas dendam, kita memilih pengampunan.
Ketika orang lain memilih diam terhadap kebenaran, kita memilih bersaksi.
Karena iman yang sejati tidak disimpan dalam hati saja. Iman harus tampak dalam cara hidup sehari-hari.
Yesus menutup Injil hari ini dengan sebuah tantangan besar:
“Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku di surga.
”Pertanyaannya sederhana:
Apakah dunia dapat mengenali bahwa kita adalah murid Kristus?
Apakah keluarga kita melihat Kristus dalam diri kita?
Apakah media sosial kita mencerminkan Injil atau hanya mencerminkan ego kita?
Hari ini Yesus mengajak kita keluar dari zona nyaman dan masuk ke zona iman:
Jangan takut menjadi Katolik yang sungguh-sungguh
Jangan takut menjadi saksi Kristus
Jangan takut menjadi terang di tengah dunia yang semakin gelap
Karena ketika kita berdiri bersama Kristus, kita tidak pernah berdiri sendirian.
Non timeas!
Do not be afraid!
Jangan takut!
đź’źSalam sukacita & Berkah Dalem
Gaspol for Christ! 🔥✝️
RP. Agustinus Handoko HS MSC
Chaplain to the Indonesian Community
193 Avoca St, Randwick NSW 2031
PO BOX 309, Randwick NSW 2031
Email: hanhanmsc@yahoo.com atau Chaplain@cicsydney.org