Dari Buta Menuju Terang

by | Mar 14, 2026 | Chaplain | 0 comments

📖 Injil: Yohanes 9:1–41

đź“– Ayat Kunci:

“Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya mereka yang tidak melihat dapat melihat, dan supaya mereka yang melihat menjadi buta.” (Yoh 9:39)

🙏 Sejenak Merenung🙏

Umat CIC SYDNEY yang terkasih…

Dalam Injil hari ini Yesus menyembuhkan seorang yang buta sejak lahir.

Para murid langsung bertanya: “Siapa yang berdosa? Orang ini atau orang tuanya?”

Yesus menolak cara berpikir itu.

Yesus tidak datang untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk membuka mata manusia terhadap karya Allah.

Orang buta itu mengalami perjalanan iman yang indah.

Awalnya ia hanya berkata:

“Orang yang bernama Yesus itu menyembuhkan aku.”

Lalu berkembang:

“Ia seorang nabi.”

Dan akhirnya ia bersujud berkata:

“Aku percaya, Tuhan.”

Dari tidak melihat, ia sampai pada iman yang melihat Tuhan.

Sebaliknya, orang-orang Farisi yang merasa paling tahu justru semakin buta. Mereka punya mata, tetapi tidak punya hati yang terbuka.                           

Inilah ironi rohani.

Kadang yang paling dekat dengan agama justru paling sulit melihat Tuhan.

Prapaska adalah waktu di mana Kristus berkata kepada kita:

“Ephpheta — terbukalah!”

Terbukalah dari kebutaan hati:

kebutaan kesombongan,

kebutaan prasangka,

kebutaan merasa diri selalu benar.

Karena terang Kristus tidak masuk ke hati yang merasa sudah paling terang.

Lux Christi — Terang Kristus — selalu datang kepada mereka yang rendah hati untuk melihat.

🌿 Aplikasi dalam Kehidupan🌿

umat CIC SYDNEY ytk, 

Masa Prapaska mengajak kita bertanya dengan jujur:

• Apakah aku benar-benar melihat karya Tuhan dalam hidupku?

• Atau aku justru sering menilai, menghakimi, dan menutup hati terhadap orang lain?

• Apakah aku bersedia membiarkan Kristus menyembuhkan “kebutaan batin” dalam diriku?

Orang buta itu tidak punya pengetahuan teologi.

Tetapi ia punya kerendahan hati untuk percaya.

Dan itu cukup untuk melihat Tuhan.

⸻

💬 Doa 🕊️

Tuhan Yesus, Terang dunia,

bukalah mata hati kami.

Sembuhkanlah kebutaan kami

yang sering tidak melihat kasih-Mu,

tidak melihat kebaikan sesama,

dan tidak melihat jalan yang Engkau tunjukkan.

Semoga di masa Prapaska ini

kami semakin berjalan dalam terang-Mu.

Domine, ut videam.

Tuhan, supaya aku dapat melihat.

Amin.

⸻

✨ Sapaan Penutup dari Mohan❤️

🌷Semoga renungan ini menuntun langkah kita berjalan dari kegelapan menuju terang Kristus.

đź’źSalam sukacita dan Berkah Dalem

RP. Agustinus Handoko HS MSC

Chaplain to the Indonesian Community

193 Avoca St, Randwick NSW 2031

PO BOX 309, Randwick NSW 2031

Email: hanhanmsc@yahoo.com atau Chaplain@cicsydney.org

Kategori