📖 Injil: Yohanes 20:19-31
📖 Ayat Kunci:
“Damai sejahtera bagi kamu!” (Yoh 20:19)
🙏 Sejenak Merenung🙏
Umat CIC SYDNEY ytk,
Pada malam hari itu, para murid berkumpul di ruang tertutup. Pintu terkunci. Hati mereka penuh takut. Dunia mereka runtuh. Yesus yang mereka cintai telah disalibkan. Harapan seolah terkubur. Tetapi justru di tengah ruang yang tertutup, di tengah hati yang gemetar, Yesus datang dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”
Ini sangat indah. Yesus yang bangkit tidak datang dengan amarah. Ia tidak datang untuk membalas. Ia tidak datang untuk mempermalukan murid-murid yang telah lari meninggalkan-Nya. Ia datang membawa damai. Ia datang membawa kerahiman. Bahkan luka-luka di tangan dan lambung-Nya tidak disembunyikan. Luka itu tetap ada, tetapi kini menjadi tanda cinta, bukan tanda kekalahan.
Hari Raya Kerahiman Ilahi mengingatkan kita bahwa kerahiman Allah selalu lebih besar daripada dosa manusia, kebencian manusia, bahkan kekerasan manusia. Dunia kita hari-hari ini masih haus damai. Di banyak tempat, perang, serangan terhadap warga sipil, pengungsian, dan krisis kemanusiaan terus melukai martabat manusia. PBB dalam briefing awal April 2026 kembali menyoroti penderitaan besar di Gaza, Sudan, Ukraina, dan Lebanon, sementara ICRC menegaskan bahwa perang yang membabi buta terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan. 
Inilah sebabnya pesta Kerahiman Ilahi menjadi sangat relevan. Dunia tidak akan disembuhkan oleh balas dendam. Dunia tidak akan dipulihkan oleh kekerasan baru. Only mercy can interrupt the cycle of hatred. Only divine compassion can heal the wounds of history. Kerahiman Ilahi bukan kelemahan. Kerahiman adalah kekuatan cinta Allah yang sanggup mematahkan rantai kejahatan.
Lihatlah Tomas. Ia sulit percaya. Ia terluka batinnya. Ia kecewa. Ia ragu. Tetapi Yesus tidak menolaknya. Yesus justru mendekati Tomas dengan penuh kesabaran. Kerahiman Ilahi tidak mengusir orang yang ragu; kerahiman Ilahi justru merangkul dan menyembuhkan orang yang ragu. Maka pesan hari ini sangat jelas: jangan biarkan luka berubah menjadi kebencian; biarkan luka disentuh oleh kerahiman Kristus.
Di tengah dunia yang makin keras, murid Kristus dipanggil bukan untuk menambah api, tetapi membawa damai. Bukan menyebar kebencian, tetapi menghadirkan belas kasih. Bukan membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi mengalahkan kejahatan dengan cinta. Misericordia vincit malum — kerahiman mengalahkan kejahatan.
🌿 Aplikasi dalam Kehidupan🌿
Umat CIC SYDNEY ytk,
Hari ini kita diajak bertanya dengan jujur:
Apakah aku menjadi pembawa damai, atau justru pembawa luka?
Apakah kata-kataku menyejukkan, atau memperkeruh?
Apakah aku masih menyimpan dendam, kemarahan, dan penghakiman?
Merayakan Kerahiman Ilahi berarti berani membuka hati kepada Kristus yang bangkit dan membiarkan damai-Nya tinggal dalam diri kita. Dari keluarga, komunitas, Gereja, sampai dunia—damai selalu dimulai dari hati yang disentuh kerahiman.
💬 Doa🕊️
Tuhan Yesus yang bangkit,
Engkau datang membawa damai di tengah ketakutan para murid.
Datanglah juga ke dalam hati kami yang sering gelisah, terluka, dan penuh keraguan.
Curahkan kerahiman-Mu atas dunia ini.
Lembutkan hati yang keras, hentikan perang, hiburkan para korban,
dan jadikan kami alat damai-Mu.
Ajarlah kami untuk mengalahkan kejahatan dengan cinta,
mengalahkan kebencian dengan pengampunan,
dan mengalahkan kegelapan dengan terang kerahiman-Mu.
Yesus, Engkau andalanku. Amin.
✨ Sapaan Penutup dari Mohan❤️
🌷Semoga Hari Raya Kerahiman Ilahi ini menuntun langkah kita untuk menjadi pembawa damai di tengah dunia yang terluka.
Bukan perang, bukan kebencian, bukan balas dendam yang menang—melainkan kasih dan kerahiman Allah.
💟Salam sukacita dan Berkah Dalem
RP. Agustinus Handoko HS MSC
Chaplain to the Indonesian Community
193 Avoca St, Randwick NSW 2031
PO BOX 309, Randwick NSW 2031
Email: hanhanmsc@yahoo.com atau Chaplain@cicsydney.org