“Behold the Lamb – Iman yang Menunjuk, Bukan Menarik Perhatian”

by | Jan 17, 2026 | Chaplain | 0 comments

Umat CIC – Sydney ytk, 

“Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia.”

Kalimat ini bukan slogan. Ini kesaksian. Yohanes Pembaptis tidak sedang mempromosikan dirinya, tidak mencari followers, tidak membangun panggung. Ia menunjuk. He points away from himself.

Dalam dunia hari ini—termasuk hidup kita sebagai umat diaspora di Sydney—godaan terbesar bukanlah kehilangan iman, melainkan menjadikan iman sekadar identitas sosial. Kita rajin hadir, aktif melayani, sibuk berkegiatan… tetapi tanpa sadar pusatnya bergeser: from Christ to comfort, from mission to routine.

Yohanes mengingatkan kita akan esensi iman Katolik:

Iman sejati selalu menunjuk kepada Yesus, bukan kepada diri sendiri.

True faith always points to Christ, never to ego.”

Ia berkata, “Aku telah melihat dan memberi kesaksian.”

Bukan teori. Bukan gosip rohani. Pengalaman pribadi dengan Allah.

Umat CIC SYDNEY ytk,

Bagi kita umat CIC Sydney—yang hidup di tengah masyarakat modern, cepat, sekuler, dan sangat menekankan performa—Injil hari ini mengajukan pertanyaan yang jujur dan tajam:

👉 Dalam hidupku, siapa yang sebenarnya aku tunjukkan?

👉 Apakah orang lain melihat Kristus melalui cara aku bekerja, berbicara, mencintai, dan melayani?

Yesus disebut Anak Domba Allah—simbol kelembutan, pengorbanan, dan kasih yang menyelamatkan. Bukan kekerasan, Bukan paksaan Melainkan kasih yang menghapus dosa dunia.

“Non vi, sed amore: Bukan dengan kekuatan, tetapi dengan cinta.”

Sebagai komunitas Katolik Indonesia di Sydney, kita dipanggil bukan hanya menjadi komunitas yang ramai, tetapi komunitas yang bersaksi.

Bukan sekadar hadir di gereja, tetapi menghadirkan Kristus di rumah, di tempat kerja, di sekolah, dan di tengah masyarakat multikultural.

Hari ini, Injil tidak meminta kita menjadi Yohanes Pembaptis yang hebat.

Injil hanya mengundang kita untuk berkata dengan jujur melalui hidup kita:

“Lihatlah Anak Domba Allah.”

Dan lalu… mundur selangkah, supaya Kristus maju selangkah.

Illum oportet crescere, me autem minui.

Dia harus makin besar, aku harus makin kecil.

Semoga renungan ini menolong kita—umat CIC Sydney—untuk menjadi saksi yang rendah hati, iman yang hidup, dan komunitas yang selalu menunjuk kepada Kristus.

🌷Salam sukacita dan berkat Dalem ✝️

RP. Agustinus Handoko HS MSC

Chaplain to the Indonesian Community

193 Avoca St, Randwick NSW 2031

PO BOX 309, Randwick NSW 2031

Email: hanhanmsc@yahoo.com atau Chaplain@cicsydney.org

Kategori