LOVE THAT COSTS NOTHING IS WORTH NOTHING

by | Aug 16, 2026 | Chaplain | 0 comments

📖 Injil: Matius 15:21–28

“Hai ibu, sungguh besar imanmu!” (Mat 15:28)

🙏SEJENAK MERENUNG🙏

Kita hidup di zaman ketika orang semakin suka kata “nyaman.”

“Ngapain repot?”

“Gue juga punya masalah.”

“Yang penting keluarga gue aman.”

“Sorry, I have my own life.”

Akhirnya kita mau mencintai, asal tidak mengganggu kenyamanan. Mau membantu, asal tidak rugi. Mau melayani, asal tidak capek. Mau peduli, asal tidak perlu berkorban.

“Padahal love without sacrifice is bullshit.”

Injil hari ini memperlihatkan seorang wanita Kanaan yang berbeda total. Anaknya menderita. Dan karena cinta kepada anaknya, ia datang kepada Yesus. Ia berteriak, memohon, bahkan ketika para murid ingin menyuruhnya pergi.

Lebih berat lagi, ia harus berhadapan dengan perkataan tentang roti anak-anak yang tidak dilemparkan kepada “anjing”. Tetapi perempuan ini tidak ngambek, tidak tersinggung lalu pergi, tidak berkata, “Fine! I don’t need You!”

Tidak.

Demi anaknya, dia menelan harga dirinya. Dia menjawab dengan rendah hati: bahkan anjing pun mendapat remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.

Dan Yesus akhirnya berkata:

“Hai ibu, sungguh besar imanmu!”

Wow!

Imannya besar karena cintanya besar. Dan cintanya besar karena dia berani membayar harga.

Amor sine sacrificio non est amor.

Cinta tanpa pengorbanan bukanlah cinta sejati.

🌿 APLIKASI DALAM KESEHARIAN🌿

Hari ini kita perlu bertanya:

Seberapa mahal harga yang berani saya bayar untuk orang yang saya cintai?

#Suami-istri: apakah masih mau berkorban satu sama lain, atau semuanya harus “sesuai maunya gue”?

#Orangtua: apakah rela menyediakan waktu untuk anak, bukan cuma menyediakan uang dan gadget?

#Anak-anak: apakah mau sedikit mengorbankan kesibukan untuk menemani orangtua yang semakin tua?

#Dalam pelayanan: apakah kita hadir hanya ketika convenient, atau tetap setia ketika pelayanan mulai menuntut waktu, tenaga, bahkan air mata?

Jangan bangga terlalu cepat mengatakan, “I love you.”

Pertanyaannya:

What have you sacrificed for the one you love?

Salib adalah bukti terbesar bahwa cinta sejati selalu punya harga. Jesus did not only say, “I love you.” He stretched out His hands on the Cross and proved it.

Wanita Kanaan hari ini juga membuktikannya: demi anaknya, harga diri pun berani ia pertaruhkan.

Maka jangan cuma cari hidup yang aman dan nyaman. Kekristenan bukan comfort zone. Mengikuti Kristus berarti belajar keluar dari diri sendiri, peduli, melayani dan berkorban.

Karena kadang-kadang, the greatest proof of faith is not what we say to God, but what we are willing to sacrifice for love.

🙏 DOA🕊️

Tuhan Yesus,

bebaskan aku dari iman yang egois dan cinta yang hanya mencari kenyamanan.

Ajarlah aku seperti wanita Kanaan:

tetap percaya ketika keadaan sulit,

tetap berharap ketika terasa ditolak,

dan berani berkorban demi mereka yang Kaupercayakan kepadaku.

Jadikan hidupku bukan sekadar penuh kata-kata cinta, tetapi sungguh menjadi a living sacrifice of love.

Amen.

🔥 PUNCHLINE TODAY

“Love without sacrifice is just a slogan.

True love always costs something.”

Amor probatur sacrificio.

Cinta dibuktikan melalui pengorbanan.

Bagaimana dengan kita?

Masih mau mencintai hanya kalau nyaman?

Atau berani mencintai sampai harus berkorban?

No sacrifice, no real love.

✝️Salam sukacita & Berkah Dalem-Mohan HS MSC💟

🔥 Gaspol for Christ!

RP. Agustinus Handoko HS MSC

Chaplain to the Indonesian Community

193 Avoca St, Randwick NSW 2031

PO BOX 309, Randwick NSW 2031

Email: hanhanmsc@yahoo.com atau Chaplain@cicsydney.org

Kategori