📖 Injil: Matius 14:13-21
“Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka…” (Mat. 14:14)
🙏 SEJENAK MERENUNG🙏
Umat CIC SYDNEY ytk,
Kalau kita jujur melihat dunia hari ini, masalah terbesar manusia bukan lagi kekurangan teknologi, kecerdasan, atau uang. Yang semakin langka justru hati yang penuh belas kasih.
The greatest crisis today is not the economic crisis but the crisis of compassion.
Setiap hari media dipenuhi berita korupsi dengan angka yang semakin tidak masuk akal. Miliaran bahkan triliunan rupiah dikorupsi tanpa rasa bersalah. Yang miskin semakin menderita, sementara yang berkuasa semakin rakus.
Mengapa?
Karena hati mereka sudah mati.Mereka masih punya otak, tetapi kehilangan hati.
Masih punya jabatan, tetapi kehilangan nurani.
Masih mengaku beragama, tetapi kehilangan belas kasih.
Cor corruptum, vita corrupta.(Hati yang rusak akan melahirkan hidup yang rusak.)
Ironisnya, penyakit ini tidak hanya ada di dunia politik.
Kadang penyakit yang sama juga masuk ke keluarga, komunitas, bahkan Gereja.
Kita mulai sibuk menjaga kelompok sendiri:
“Yang penting keluargaku…”
“Yang penting komunitasku…”
“Yang penting suku dan bangsaku…”
Sementara penderitaan orang lain tidak lagi menyentuh hati kita.
Padahal Injil hari ini dimulai bukan dengan mukjizat lima roti dan dua ikan.Mukjizat itu lahir karena hati Yesus terlebih dahulu tergerak oleh belas kasih.
Jesus didn’t first perform a miracle. He first felt compassion.
Belaskasih selalu mendahului mukjizat.
Tanpa belas kasih, mukjizat berubah menjadi pencitraan.
#Tanpa hati, pelayanan berubah menjadi proyek.
#Tanpa kasih, agama tinggal ritual kosong.
Inilah yang membuat Yesus berbeda.
Ketika para murid berkata,
“Suruh saja mereka pulang…”
Yesus justru berkata,
“Kamu harus memberi mereka makan.”
Yesus mengajarkan bahwa murid sejati tidak pernah hidup dengan mentalitas:
“Not my problem.”
Tetapi dengan semangat:
“Lord, let me become part of Your solution.”
Dunia berubah bukan karena semakin banyak orang pintar. Dunia berubah ketika semakin banyak orang berhati.
Karena compassion is stronger than corruption.
Belaskasih lebih kuat daripada keserakahan.
Kasih lebih kuat daripada egoisme.Dan hati yang dipenuhi Kristus selalu menghasilkan kehidupan.
🌿 APLIKASI DALAM KEHIDUPAN🌿
Umat CIC SYDNEY ytk,
Hari ini Yesus tidak bertanya:
“Berapa uangmu?”
“Berapa jabatanmu?”
“Berapa pengikutmu di media sosial?”
Tetapi Yesus bertanya,
“Masihkah hatimu tergerak ketika melihat penderitaan sesamamu?”
Sebab orang Kristen sejati bukan dikenal dari salib yang dipakainya,
melainkan dari belas kasih yang dihidupinya.
Ubi caritas et amor, Deus ibi est.(Di mana ada kasih dan belas kasih, di situ Allah hadir.)
+Jangan menjadi orang yang sukses tetapi kehilangan hati.
+Jangan menjadi aktivis Gereja tetapi kehilangan belas kasih.
+Jangan menjadi pejabat yang kaya tetapi miskin nurani.
Mari menjadi Gereja yang bukan hanya pandai berkhotbah, tetapi juga berani mengulurkan tangan.
Karena dunia hari ini tidak hanya membutuhkan orang yang pandai berbicara tentang Tuhan.
The world needs people who have the Heart of Christ.
🙏 DOA🕊️
Tuhan Yesus,
berilah kami hati seperti Hati-Mu.
Jauhkan kami dari hati yang keras, dari egoisme,
keserakahan,
dan sikap yang hanya memikirkan diri sendiri.
Ajarlah kami menjadi pribadi yang mudah tergerak melihat penderitaan sesama,
berani berbagi,
dan menghadirkan kasih-Mu di mana pun kami berada.
Cor Iesu Sacratissimum, miserere nobis.
(Hati Yesus Yang Mahakudus, kasihanilah kami.)
Amin.
Salam sukacita & Berkah Dalem
RP. Agustinus Handoko HS MSC
Chaplain to the Indonesian Community
193 Avoca St, Randwick NSW 2031
PO BOX 309, Randwick NSW 2031
Email: hanhanmsc@yahoo.com atau Chaplain@cicsydney.org