Bacaan Injil: Matius 9:36 – 10:8
“Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka.” (Mat 9:36)
Umat CIC SYDNEY ytk,
Di tengah dunia yang semakin sibuk, semakin digital, dan semakin individualistis, kita sering melihat banyak hal tetapi gagal sungguh-sungguh memperhatikan. Kita melihat berita perang, kemiskinan, kesepian, krisis keluarga, depresi kaum muda, dan berbagai penderitaan manusia setiap hari di layar ponsel kita. Namun sering kali semua itu hanya lewat di depan mata tanpa menyentuh hati.
Berbeda dengan Yesus.
Injil hari ini mengatakan bahwa ketika Yesus melihat orang banyak, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan. Ia tidak sekadar melihat kerumunan. Ia melihat pribadi-pribadi yang terluka, bingung, lelah, dan kehilangan arah. Ia melihat mereka seperti domba yang tidak bergembala.
Belas kasih selalu menjadi titik awal misi.
Sebelum mengutus para murid, Yesus terlebih dahulu mengajar mereka cara memandang dunia dengan hati Allah. Sebab tanpa belas kasih, pelayanan hanya menjadi aktivitas. Tanpa cinta, pelayanan hanya menjadi rutinitas. Tanpa hati yang tergerak, karya kerasulan bisa berubah menjadi ajang mencari pengakuan diri.
Tantangan Gereja saat ini bukan pertama-tama kekurangan program atau kegiatan. Yang lebih mendesak adalah kebutuhan akan murid-murid yang memiliki hati seperti Kristus. Kita membutuhkan umat yang bukan hanya aktif melayani, tetapi juga mampu menghadirkan wajah Tuhan yang penuh kelembutan, pengampunan, dan pengharapan.
Di CIC Sydney kita bersyukur melihat begitu banyak umat yang terlibat dalam pelayanan: koor, liturgi, Legio Mariae, PD-HKY, OMK, Kerahiman Ilahi, katekese, dan berbagai karya lainnya. Namun Injil hari ini mengingatkan bahwa kualitas seorang murid tidak diukur dari seberapa sibuk ia bekerja, melainkan seberapa dalam ia mengasihi.
Yesus juga berkata:
“Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.”
Perkataan ini tetap relevan sampai hari ini. Tuhan terus memanggil orang-orang biasa untuk menjadi alat-Nya: para imam, biarawan-biarawati, pasangan suami-istri, orang muda, profesional, dan seluruh umat beriman. Misi Gereja bukan tugas segelintir orang, melainkan panggilan setiap orang yang telah dibaptis.
Maka pertanyaannya sederhana:Apakah aku hanya menjadi penonton yang mengkritik dari jauh, ataukah aku mau menjadi pekerja di ladang Tuhan?
Apakah aku hanya melihat kebutuhan sesama, ataukah aku sungguh tergerak untuk melakukan sesuatu?
Apakah aku hadir di Gereja hanya untuk menerima, atau juga untuk memberi?
Paus Leo XIV dalam ensiklik Magnifica Humanitas mengingatkan bahwa di tengah kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan, manusia tidak boleh kehilangan kemampuan paling ilahi yang dimilikinya: kemampuan untuk berbelas kasih. Semakin modern dunia, semakin besar pula kebutuhan akan hati yang mampu mencintai.
Hari ini Yesus mengutus kita sebagaimana Ia mengutus para rasul:
“Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat.”
Pewartaan itu dimulai bukan dari mimbar besar, melainkan dari kehidupan sehari-hari: senyum yang tulus, telinga yang mau mendengarkan, tangan yang membantu, hati yang mengampuni, dan keberanian untuk membawa harapan kepada mereka yang hampir menyerah.
Ecclesia non existit sibi ipsa — Gereja tidak hidup untuk dirinya sendiri. Gereja hidup untuk diutus.
Mari menjadi murid yang tidak hanya aktif, tetapi juga penuh belas kasih. Sebab dunia tidak hanya membutuhkan orang-orang pintar. Dunia membutuhkan hati yang menyerupai Hati Kristus.
Pertanyaan Refleksi
Umat CIC SYDNEY ytk,
1. Siapa orang yang akhir-akhir ini membutuhkan belas kasih dan perhatian saya?
2. Apakah pelayanan saya lahir dari cinta atau sekadar kewajiban?
3. Dalam bidang apa Tuhan sedang mengutus saya untuk menjadi pewarta harapan?
Doa
Tuhan Yesus, berilah kami mata yang mampu melihat seperti Engkau melihat, hati yang mampu mengasihi seperti Engkau mengasihi, dan keberanian untuk pergi ke mana pun Engkau mengutus kami. Jadikanlah kami pekerja-pekerja yang setia di ladang-Mu dan saksi kasih-Mu di tengah dunia. Amin.Salam sukacita dan Berkah Dalem – Gaspol for Christ!
RP. Agustinus Handoko HS MSC
Chaplain to the Indonesian Community
193 Avoca St, Randwick NSW 2031
PO BOX 309, Randwick NSW 2031
Email: hanhanmsc@yahoo.com atau Chaplain@cicsydney.org