Renungan Minggu Biasa XXIII — 6 September 2026
📖 Matius 18:15–20
“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata.”
(bdk. Mat 18:15)
🙏SEJENAK MERENUNG🙏
Umat CIC SYDNEY ytk
Ada dua penyakit yang makin gampang kita temukan zaman now.
Pertama: orang semakin sulit ditegur.
Begitu dinasihati sedikit, langsung pasang tembok:
“Emang loe siapa?”
“This is my life!”
“Mind your own business!”
“Ini privacy gue!”
Kita ingin bebas melakukan apa saja, tetapi tidak mau dikoreksi siapa-siapa.
Kedua: ironisnya, orang yang sulit ditegur justru sering gampang banget menghakimi orang lain! 😅
Lihat kesalahan sedikit — komentar.
Ada masalah — gosip.
Tidak suka seseorang — kasih cap.
Lebih parah lagi, belum bicara dengan orangnya, tetapi ceritanya sudah keliling WhatsApp group, Facebook, Instagram sampai satu komunitas tahu. 😂
Hari ini Yesus memberikan jalan yang berbeda.
Kalau saudaramu melakukan kesalahan:
“Go and talk to him — between you and him alone.”
Datangi dia.
Bicara empat mata.
Bukan langsung viralkan!
Mengapa?
Karena tujuan teguran Kristiani bukan untuk mempermalukan, tetapi untuk menyelamatkan saudara.
Yesus bahkan mengatakan bahwa jika ia mendengarkanmu, engkau telah mendapatkan kembali saudaramu.
Nah, ini kuncinya:
WIN YOUR BROTHER, NOT WIN THE ARGUMENT!
❤️ MENEGUR KARENA CINTA
Menegur itu tidak gampang.
Kadang kita diam dengan alasan:
“Ah, bukan urusan gue.”
Padahal mungkin sebenarnya kita takut hubungan menjadi tidak nyaman.
Sebaliknya, ada juga orang yang terlalu semangat menegur. Semua orang dikoreksi, semua orang dinilai — seolah-olah dia sendiri Direktur Utama Surga. 😅
Menegur tanpa cinta berubah menjadi judgment.
Tetapi cinta tanpa keberanian untuk mengatakan kebenaran juga bisa berubah menjadi pembiaran.
Maka prinsipnya:
Speak the truth — but speak it with love.
Veritas in caritate.
Kebenaran dalam kasih.
Sebelum menegur seseorang, tanyakan kepada diri sendiri:
“Saya ingin dia menjadi lebih baik, atau saya hanya ingin membuktikan bahwa saya benar?”
Ini penting!
Karena kalau tujuan kita hanya memenangkan argumentasi, mempermalukan atau melampiaskan emosi, better shut up first!
Tenangkan hati. Berdoalah.
Sebab teguran yang lahir dari ego akan melukai.
Tetapi teguran yang lahir dari love dapat menyembuhkan.
📱 JANGAN JADIKAN KESALAHAN ORANG SEBAGAI KONTEN!
Injil hari ini sangat relevan dengan budaya media sosial.
Zaman sekarang ada kecenderungan: ketika seseorang melakukan kesalahan, kita tidak mendatanginya — kita malah posting tentang dia.
Sindiran di status.
Curhat di grup.
Screenshot disebarkan.
Kesalahan pribadi berubah menjadi konsumsi publik.
Jesus says: NO!
Langkah pertama justru sangat personal:
“Between you and him alone.”
Jaga martabat saudaramu.
Correct privately before you speak publicly.
Paus Fransiskus pernah menjelaskan bahwa koreksi persaudaraan harus dilakukan dengan bijaksana, bukan dengan menyebarluaskan kesalahan seseorang; tujuannya bukan menghakimi, tetapi membantu orang tersebut menyadari kesalahannya. (Vatican Press)
Karena kita bukan dipanggil menjadi hakim sesama, tetapi menjadi saudara bagi sesama.
🌿 APLIKASI DLM KESEHARIAN 🌿
Umat CIC SYDNEY ytk:
Minggu ini mari kita belajar dua kerendahan hati sekaligus:
Berani MENEGUR dan berani DITEGUR.
Kalau harus menegur seseorang:
jangan gosipkan dia — temui dia.
jangan permalukan dia — rangkul dia.
jangan serang pribadinya — bicarakan tindakannya.
jangan datang dengan emosi — datanglah dengan kasih.
Dan ketika kita yang ditegur?
Jangan langsung:
“Emang loe siapa?”
Coba dengarkan dulu.
Jangan-jangan Tuhan sedang memakai pasangan kita, orangtua, anak, sahabat, rekan kerja, bahkan orang yang tidak kita sukai untuk menunjukkan sesuatu yang perlu kita benahi.
A wise person is not someone who never makes mistakes, but someone who is willing to be corrected.
Orang bijak bukan orang yang tidak pernah salah, tetapi orang yang masih punya kerendahan hati untuk berkata:
“Terima kasih sudah mengingatkan saya.”
Itu baru keren!
🙏 DOA🕊️
Tuhan Yesus,
ajarilah aku mencintai sesamaku dengan benar.
Berilah aku keberanian
untuk menegur ketika harus menegur,
tetapi jauhkan aku dari kesombongan untuk menghakimi.
Ketika aku harus mengatakan kebenaran,
berilah aku hati yang penuh kasih.
Dan ketika aku ditegur,
berilah aku kerendahan hati untuk mendengarkan
dan keberanian untuk berubah.
Domine, da mihi cor humile.
Tuhan, berilah aku hati yang rendah hati.
Jadikan komunitas kami
bukan tempat untuk saling menghakimi,
tetapi rumah tempat kami saling menjaga,
saling mengoreksi, saling mengampuni
dan bersama-sama bertumbuh menuju kekudusan.
Amen.
🔥 PUNCHLINE TODAY
“Kalau saudaramu salah, jangan jadikan dia bahan GOSIP — jadikan dia alasan untuk PEDULI.”
Correct, don’t condemn.
Restore, don’t destroy.
Win your brother, not the argument!
Berani menegur dengan kasih?
Lebih penting lagi…
Berani DITEGUR dengan rendah hati? 😁
✝️Salam sukacita & Berkah Dalem💟
GASPOL FOR CHRIST! 🔥✝️
RP. Agustinus Handoko HS MSC
Chaplain to the Indonesian Community
193 Avoca St, Randwick NSW 2031
PO BOX 309, Randwick NSW 2031
Email: hanhanmsc@yahoo.com atau Chaplain@cicsydney.org
