Site icon CIC Sydney

KISAH PENAMPAKAN YESUS KEPADA 2 MURID EMAUS

Umat CIC Sydney ytk,

            Salah satu kisah yang tidak bisa dipisahkan dari permenungan umat Kristiani terkait Kebangkitan Tuhan Yesus adalah peristiwa penampakan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya di jalan menuju ke Emaus. Jika kita mau memahami dan merenungkan apa yang terjadi di luar kota Yerusalem itu maka kita akan menemukan pelajaran-pelajaran penting yang berguna bagi kita yang hidup di saat ini.

Berikut empat hal yang bisa kita petik dari penampakan Yesus kepada murid-murid-Nya yang sedang berjalan menuju ke Emaus:

1.Yesus Menegur Kebodohan Mereka

Emaus merupakan sebuah kampung yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem. Entah apa alasan sebenarnya kedua murid Yesus menuju ke sana, tetapi yang pasti tindakan kedua orang murid itu justru berlainan dengan sebagian besar murid Yesus yang memilih tinggal di Yerusalem. Dengan kata lain kedua orang murid ini tidak memahami kebenaran dan berjalan di luar kehendak Tuhan. Oleh sebab itu, kita jangan heran, jika Yesus menegur kebodohan mereka. Kenapa? Kedua murid tersebut tidak percaya segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi, bahwa pada akhirnya Anak Manusia akan bangkit dari maut pada hari ketiga setelah kematian-Nya. Kebangkitan Yesus adalah kemenangan bukan hanya untuk pihak Allah, tetapi juga untuk kita, orang-orang yang percaya kepada-Nya. Karena Yesus menang atas maut, maka kita pun pasti bisa menang atas masalah-masalah kita.

Oleh sebab itu, jangan pernah lari dari gereja/komunitas ketika kita mengalami persoalan yang tidak mengenakkan. Sebab, kita pasti mampu keluar dari setiap persoalan kita.

2. Tindakan Salah Meninggalkan Yerusalem

Kedua murid tidak memahami dengan benar apa yang Yesus pernah sampaikan selama masih bersama-sama dengan mereka, mereka pikir Yesus akan memimpin mereka keluar dari penjajahan orang Romawi saat itu, tetapi kenyataannya Yesus malah ditangkap dan dihukum mati. Pemahaman yang salah mempengaruhi kepercayaan mereka sehingga mereka melakukan tindakan yang salah dengan meninggalkan Yerusalem.

Membaca, merenungkan dan memahami Firman Tuhan dengan benar akan membuat kita mengetahui apa yang menjadi kehendak Tuhan bagi kehidupan kita.

3. Yesus Rela Berjalan Bersama Mereka

Yesus bukan hanya Allah yang maha kasih atau maha rahim tetapi juga maha hadir, Dia mau hadir ketika kedua murid bercakap-cakap tentang Dia dalam keadaan putus asa dan kehilangan arah tujuan hidupnya, bahkan bukan hanya sekedar hadir tetapi Yesus mau berjalan bersama-sama dengan mereka (Lukas 24:15).

Sebagai murid Kristus kita harus menyadari dan percaya bahwa Dia Imanuel, Allah beserta kita. Yesus selalu hadir di setiap komunitas orang percaya, Yesus selalu hadir di setiap saat kita bercakap-cakap dan bertukar pikiran mengenai DIA. Yesus selalu hadir bagi setiap orang yang memanggil nama-Nya.

Bahkan Dia rela berjalan bersama dengan kita saat suka maupun duka. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Matius 18:20) … Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” (Matius 28:20)

4. Hati Berkobar-kobar Saat Makan Bersama Yesus

Lukas 24:28-32 menceritakan bagaimana Yesus berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya ketika hampir sampai di Emaus. Tetapi kedua murid mendesak agar Ia tinggal bersama dengan mereka. Akhirnya Yesus pun bersedia, dan malam itu merupakan malam yang penuh berkat karena Yesus mencelikkan mata hati mereka yang buta, iman mereka ersama bangkit/berkobar-kobar. Yesus sungguh memberkati mereka.

Jika ingin segala hal di dalam hidup kita diberkati, keluarga, usaha, pekerjaan, pelayanan, dan lainnya, maka kita juga harus ngotot/mendesak agar Yesus selalu bersama-sama dengan kita, kita harus selalu mengundang Dia hadir di dalam segala bidang hidup kita sehingga Kerajaan Allah sungguh nyata di hidup kita.

Umatku CIC Sydney,

Yesus bangkit dan Dia hidup di tengah-tengah kita. Sekarang Dia memakai kita untuk mewartakan kabar sukacita ini: Wartakan KebangkitanNya dengan sukacita.

Aleluia!


Fr. Agustinus Handoko MSC

Chaplain to the Indonesian Community
193 Avoca St, Randwick NSW 2031

Exit mobile version