đź“– Injil: Matius 13:44-52
“Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang… seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah…” (Mat. 13:44-46)
Umat CIC SYDNEY ytk,Â
Di zaman digital sekarang ini, dunia terus berteriak: “Cari uang lebih banyak! Investasi lebih besar! Bangun personal branding! Kejar followers! Upgrade lifestyle! Koleksi aset! Cari mutiara dunia!”
Every day social media is telling us:
“You are what you own.”
“Your value is your net worth.”
Padahal Yesus justru membalik cara berpikir dunia. Bagi-Nya, the Kingdom of God is worth more than everything else. Kerajaan Allah bukan salah satu prioritas hidup. It is THE priority. Primum Regnum Dei!
Ironisnya, banyak orang Kristen bahkan orang yang aktif melayani di Gereja, rela mengorbankan waktu untuk mencari uang, tetapi merasa rugi meluangkan waktu untuk doa. Rela antre berjam-jam demi diskon besar, tetapi merasa berat datang lebih awal untuk Misa. Rela begadang mengejar keuntungan, tetapi mengantuk saat membaca Sabda Tuhan.
The problem is not having wealth. The problem is when wealth has us.
Harta bukan dosa. Mutiara bukan musuh. Tetapi ketika hati kita diperbudak oleh semuanya itu, maka Kerajaan Allah perlahan tergeser dari takhta hidup kita.
Yesus tidak mengatakan bahwa harta dunia itu jahat. Namun Ia menegaskan bahwa dibandingkan dengan Kerajaan Allah, semuanya menjadi kecil. Semua kekayaan, jabatan, popularitas, bahkan pencapaian terbesar manusia suatu hari akan ditinggalkan.
“Ubi thesaurus tuus, ibi cor tuum.”
Di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
Maka pertanyaannya sederhana tetapi sangat menusuk:
#Apa sebenarnya “mutiara” yang sedang kita kejar?
#Apakah Kristus masih menjadi mutiara terindah hidup kita?
#Ataukah kita diam-diam sudah menggantinya dengan rekening bank, investasi, karier, popularitas, kekuasaan, gadget terbaru, atau validasi dari media sosial?
Di akhir Injil hari ini Yesus berbicara tentang jala yang memisahkan ikan yang baik dan yang buruk. Ini bukan sekadar cerita tentang nelayan. Ini adalah gambaran tentang penghakiman terakhir.
Kelak Allah tidak akan bertanya:
“Berapa rumah yang kamu miliki?”
“Berapa saldo investasimu?”
“Berapa followers-mu?”
Tetapi Ia akan bertanya:
“Apakah engkau menghadirkan Kerajaan-Ku di tengah dunia?”
Apakah engkau menjadi pembawa damai?
Apakah engkau mengampuni?
Apakah engkau mencintai yang miskin?
Apakah engkau hidup sesuai Firman-Ku?
Because in the end, God will not measure our possessions, but our faithfulness.
Inilah tantangan besar evangelisasi di era digital. Dunia menawarkan temporary treasures, sedangkan Kristus menawarkan eternal treasure.
Jangan sampai kita begitu sibuk mengumpulkan mutiara dunia sampai kehilangan The Pearl of Great Price, yaitu Kristus sendiri.
Karena semua yang kita kumpulkan di bumi akan tinggal di bumi.
Tetapi setiap kasih, pengampunan, pelayanan, kesetiaan, dan iman yang kita hidupi akan menjadi harta abadi di hadapan Allah.
Choose wisely.
Choose eternity.
Choose Christ.
Ad Maiorem Dei Gloriam.
🙏 Doa🕊️
Tuhan Yesus, jangan biarkan mata kami silau oleh gemerlap dunia sehingga kehilangan pandangan akan Kerajaan-Mu. Ajarlah kami untuk menjadikan Engkau sebagai harta yang paling berharga, sehingga seluruh hidup kami menjadi kesaksian yang menghadirkan Kerajaan Allah di mana pun kami berada. Berilah kami hati yang bebas dari keterikatan akan dunia, namun kaya akan kasih, iman, dan pengharapan. Amen.
Salam sukacita dan Berkah Dalem
Gaspol for Christ! 🔥🙏
RP. Agustinus Handoko HS MSC
Chaplain to the Indonesian Community
193 Avoca St, Randwick NSW 2031
PO BOX 309, Randwick NSW 2031
Email: hanhanmsc@yahoo.com atau Chaplain@cicsydney.org
