Injil: Yohanes 14:1–12
“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”
— Yohanes 14:1
SEJENAK MERENUNG
Umat CIC SYDNEY ytk,
Ada satu kata yang sangat dekat dengan hidup manusia modern hari ini: gelisah.
Kita gelisah soal masa depan.
Gelisah soal pekerjaan.
Gelisah soal keluarga.
Gelisah soal visa, mortgage, kesehatan, anak-anak, pelayanan, komunitas, bahkan soal Gereja.
Kadang hidup di tanah rantau seperti Sydney ini membuat hati kita kuat di luar, tapi diam-diam lelah di dalam.
We smile outside, but sometimes we are breaking inside.
Di tengah semua kegelisahan itu, Yesus berkata dengan sangat lembut tetapi tegas:
“Janganlah gelisah hatimu.”
Ini bukan kalimat motivasi murahan. Ini bukan sekadar “stay positive.” Ini adalah sabda Tuhan. Yesus tidak berkata bahwa hidup akan selalu mudah. Yesus tidak berkata bahwa jalan kita akan bebas masalah. Tetapi Yesus berkata: percaya.
“Percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”
Iman bukan berarti hidup tanpa badai.
Iman berarti tahu kepada siapa kita berpegang saat badai datang.
Faith is not the absence of fear. Faith is knowing who holds us when fear comes.
Lalu Yesus melanjutkan dengan kalimat yang sangat indah:
“Akulah jalan, kebenaran, dan hidup.”
Dalam dunia yang penuh pilihan, kita sering bingung mencari jalan. Ada jalan karier. Ada jalan popularitas. Ada jalan gengsi. Ada jalan cepat kaya. Ada jalan validasi sosial. Ada jalan yang tampak terang, tapi ujungnya membuat hati makin kosong.
Banyak orang hari ini punya GPS di mobil, tapi kehilangan arah di hati.
Punya Google Maps, tapi tidak punya spiritual map.
Punya banyak koneksi, tapi kehilangan communion.
Punya banyak followers, tapi tidak merasa diikuti oleh kasih Tuhan.
Maka Yesus berkata: “I am the Way.”
Bukan sekadar penunjuk jalan. Ia sendiri adalah jalan itu.
Bukan sekadar guru moral. Ia adalah kebenaran.
Bukan sekadar inspirator rohani. Ia adalah hidup.
Via, Veritas, Vita.
Jalan, Kebenaran, dan Hidup.
Artinya jelas: kalau kita kehilangan arah, kembalilah kepada Kristus.
Kalau hati mulai gelisah, return to your heart and find Him there.
Kalau hidup mulai terasa kacau, jangan hanya mencari solusi cepat; carilah wajah Tuhan.
Kadang kita ingin Tuhan segera mengubah situasi. Tetapi sering kali Tuhan lebih dulu ingin menguatkan hati kita. Kita minta jalan keluar, tetapi Yesus memberi diri-Nya sebagai Jalan. Kita minta jawaban, tetapi Yesus memberi diri-Nya sebagai Kebenaran. Kita minta hidup yang lebih nyaman, tetapi Yesus memberi hidup yang lebih dalam.
Inilah spiritualitas Paska: Kristus yang bangkit tidak selalu menghapus semua luka, tetapi Ia hadir di tengah luka itu dan mengubahnya menjadi tempat rahmat.
Bagi kita sebagai umat CIC Sydney, pesan Injil hari ini sangat kuat. Kita adalah komunitas diaspora. Kita datang dari berbagai latar belakang, membawa cerita hidup masing-masing. Ada yang sedang berjuang membangun keluarga. Ada yang sedang merintis masa depan. Ada yang lelah dalam pelayanan. Ada yang diam-diam membawa beban yang tidak kelihatan.
Tetapi hari ini Kristus berkata kepada kita semua:
“Do not let your hearts be troubled.”
Jangan biarkan hatimu dikuasai kegelisahan.
Jangan biarkan dunia mencuri damai sejahteramu.
Jangan biarkan masalah membuatmu lupa bahwa engkau punya Tuhan yang setia.
Karena rumah terakhir kita bukan kecemasan.
Rumah terakhir kita bukan kesuksesan dunia.
Rumah terakhir kita bukan status sosial.
Rumah terakhir kita adalah hati Bapa.
Yesus berkata:
“Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.”
Kalimat ini memberi penghiburan besar. Kita tidak sedang berjalan tanpa tujuan. Hidup kita punya arah. Pelayanan kita punya makna. Air mata kita tidak sia-sia. Perjuangan kita dilihat Tuhan.
Maka, di Minggu Paska V ini, mari kita bertanya dengan jujur:
Apakah Kristus sungguh menjadi Jalan dalam keputusan hidupku?
Apakah Kristus menjadi Kebenaran dalam cara aku berbicara dan bertindak?
Apakah Kristus menjadi Hidup dalam keluarga, komunitas, dan pelayananku?
Jangan hanya menjadikan Kristus sebagai simbol di dinding.
Jadikan Dia arah hidup.
Jangan hanya menyebut nama Tuhan saat susah.
Jadikan Dia pusat hati.
Jangan hanya datang ke Gereja karena kebiasaan.
Datanglah karena kita rindu pulang kepada Bapa.
Karena pada akhirnya, hidup Kristiani bukan sekadar mencari jalan terbaik menurut dunia, tetapi berjalan bersama Dia yang berkata:
“Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup.”
So, CIC Sydney, jangan gelisah.
Keep walking. Keep believing. Keep serving.
Kristus sudah bangkit. Jalan pulang sudah terbuka.
Dan selama kita berjalan bersama Dia, kita tidak akan tersesat.
Ad Maiorem Dei Gloriam.
Untuk kemuliaan Allah yang lebih besar.
⸻
Doa Singkat
Tuhan Yesus,
di tengah kegelisahan hidup kami, ajarilah kami untuk percaya kepada-Mu.
Saat kami kehilangan arah, jadilah Jalan kami.
Saat kami bingung membedakan yang benar dan salah, jadilah Kebenaran kami.
Saat hati kami lelah dan kosong, jadilah Hidup kami.
Bimbinglah keluarga, komunitas, dan pelayanan kami,
agar kami selalu berjalan menuju rumah Bapa.
Amin.
🌷Semoga renungan ini meneguhkan langkah kita untuk tetap berjalan bersama Kristus, Sang Jalan, Kebenaran, dan Hidup.
💟Salam sukacita & Berkah Dalem✝️
RP. Agustinus Handoko HS MSC
Chaplain to the Indonesian Community
193 Avoca St, Randwick NSW 2031
PO BOX 309, Randwick NSW 2031
Email: hanhanmsc@yahoo.com atau Chaplain@cicsydney.org
