Site icon CIC Sydney

Berikan kepada Allah, Hadir bagi Sesama

Kutipan Injil:

“Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” (Mat 22:21)

Umat CIC SYDNEY ytk,

Orang-orang Farisi dan pendukung Herodes datang untuk menjebak Yesus dengan pertanyaan tentang pajak. Kalau Yesus menjawab “boleh”, Ia bisa dianggap mendukung penjajahan Romawi. Kalau menjawab “tidak boleh”, Ia dapat dituduh melawan pemerintah. Tetapi Yesus melihat jebakan itu dan menjawab dengan bijak: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Jawaban Yesus bukan ajakan untuk memisahkan hidup menjadi dua kotak: urusan dunia di satu sisi, urusan Tuhan di sisi lain. Seolah-olah di gereja kita boleh tampak saleh, tetapi di tempat kerja, rumah, atau masyarakat kita bebas bertindak tanpa memikirkan Tuhan. Iman bukan kostum yang dipakai hanya saat beribadah. Iman harus hadir dalam seluruh hidup kita.

Kita bisa rajin ikut Misa, berdoa, dan menyanyikan pujian, tetapi masih tega menipu, menyebarkan fitnah, merendahkan orang lain, atau menutup mata terhadap penderitaan sesama. Sebaliknya, ada juga yang sibuk mengejar uang, jabatan, dan kepentingan pribadi sampai hidupnya seakan-akan tidak membutuhkan Tuhan. Dua-duanya membuat iman dan kehidupan sehari-hari berjalan sendiri-sendiri.

Yesus mengingatkan bahwa koin Kaisar membawa gambar Kaisar. Tetapi manusia diciptakan menurut gambar Allah — imago Dei. Maka, diri kita seutuhnya adalah milik Allah. Memberi kepada Allah berarti menyerahkan hati, pikiran, waktu, tenaga, dan keputusan kita kepada-Nya. Dan salah satu cara paling nyata melakukannya ialah memperlakukan sesama dengan adil, jujur, dan penuh kasih.

Hari ini juga kita merayakan Minggu Misi Sedunia ke-100, dengan tema “One in Christ, united in mission.” Tema ini mengajak kita bersatu dalam Kristus dan ikut ambil bagian dalam misi-Nya. Misi bukan cuma tugas imam, biarawan, biarawati, atau mereka yang pergi jauh ke tanah misi. Kita semua diutus: menjadi pembawa kasih Kristus di keluarga, lingkungan, tempat kerja, dan masyarakat.

Aplikasi dalam Keseharian

Umat CIC SYDNEY ytk,

Mari bertanya dengan jujur: aku sudah memberi, atau masih sibuk meminta? Jangan hanya bertanya, “Apa yang sudah aku terima?” Tanyakan juga, “Apa yang bisa aku berikan untuk sesama?”

Mungkin yang bisa kita berikan hari ini adalah waktu untuk mendengarkan, perhatian kepada orang yang kesepian, kejujuran dalam pekerjaan, pengampunan kepada anggota keluarga, atau bantuan kecil bagi orang yang sedang kesulitan. Jangan menunggu menjadi kaya atau sempurna untuk berbuat baik. Mulailah dari apa yang ada di tangan kita.

Faith must shape our choices, our work, and the way we treat one another. Iman yang sejati membuat kita makin dekat kepada Allah sekaligus makin peduli kepada sesama.

Doa

Tuhan, Engkaulah sumber hidup dan segala yang kami miliki. Ajarlah kami memberi kepada-Mu dengan hati yang tulus dan melayani sesama dengan kasih yang nyata. Satukanlah kami dalam Kristus dan jadikan hidup kami bagian dari misi-Mu. Amin.

Punchline Today

“Jangan hanya menghitung apa yang kita terima; hitung juga kebaikan yang bisa kita berikan.”

Salam sukacita & Berkah Dalem – Mohan HS MSC

Gaspol for Christ

RP. Agustinus Handoko HS MSC

Chaplain to the Indonesian Community

193 Avoca St, Randwick NSW 2031

PO BOX 309, Randwick NSW 2031

Email: hanhanmsc@yahoo.com atau Chaplain@cicsydney.org

Exit mobile version